Kunjungi kami di  
slide

HADITS NABI

PENGUMUMAN
06 November 2017
  INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU 2018
 
 
26 November 2015
  outbond
 
 
26 Januari 2014
  Jadwal Pendaftaran TK Mutiara Qurani 2014
 
 
21 Desember 2012
  Jadwal Pendaftaran TK Mutiara Qurani
 
 

KRITIK DAN SARAN

WEB COUNTER
web counter

 
ARTIKEL


DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI

Sabtu, 22 Desember 2012


Pembelajaran Anak Usia Dini
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa/anak, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yakni dengan menggunakan berbagai media pembelajaran.[1] Proses pembelajaran di PAUD pada umumnya dilandasi oleh dua teori belajar, yaitu behaviorisme dan konstruktivisme. Kedua aliran tersebut memiliki karakteristik berbeda. Aliran pertama menitikberatkan pada hasil dari proses belajar, yang kedua menekankan pada proses belajar itu sendiri.

Discovery
Discovery adalah proses mental di mana anak mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut antara lain adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Suatu konsep misalnya segitiga, panas, demokrasi, dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud prinsip misalnya logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini anak dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Di antara caranya adalah dengan tukar pendapat, diskusi, seminar, membaca dan mencoba sendiri, sehingga anak dapat belajar sendiri. Dengan teknik ini guru berusaha meningkatkan aktivitas anak dalam proses belajar mengajar.

Terdapat beberapa keunggulan dari kegiatan discovery yang dapat dijabarkan sebagaimana berikut.

  1. Membantu anak untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan anak.
  2. Anak memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa anak tersebut.
  3. Membangkitkan kegairahan belajar anak.
  4. Memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
  5. Mampu mengarahkan cara anak belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
  6. Membantu anak untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.
  7. Strategi berpusat pada anak, bukan pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar, membantu bila diperlukan.

Strategi belajar discovery paling baik dilaksanakan dalam kelompok belajar kecil. Namun ia dapat juga dilakukan dalam kelompok belajar yang lebih besar. Meskipun tidak semua anak dapat terlibat dalam proses discovery, namun pendekatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak yang belajar. Pendekatan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk komunikasi satu arah ataupun dua arah, bergantung pada besarnya kelas.


1.      Sistem satu arah (ceramah reflektif)
Pendekatan satu arah artinya penyajian satu arah (penuangan/exposition) yang dilakukan guru. Struktur penyajiannya dalam bentuk usaha merangsang anak melakukan proses discovery di depan kelas. Guru mengajukan suatu masalah dan kemudian memecahkan masalah tersebut melalui langkah-langkah discovery. Caranya adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada kelas, memberikan kesempatan kepada kelas untuk melakukan refleksi. Selanjutnya guru menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan yang diajukan itu. Dalam prosedur ini guru tidak menentukan/menunjukkan aturan-aturan yang harus digunakan oleh anak, tetapi dengan pertanyaan-pertanyaan guru mengundang anak untuk mencari aturan-aturan yang harus diperbuatnya. Pemecahan masalah berlangsung selangkah semi selangkah dalam urutan yang ditemukan sendiri oleh anak. Guru mengharapkan agar anak secara keseluruhan berhasil melibatkan dirinya dalam proses pemecahan masalah, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya secara reflektif. Penggunaan discovery dalam kelompok kecil sangat bergantung pada kemampuan dan pengalaman guru sendiri, serta waktu dan kemampuan mengatasi kesulitan anak.


2.      Sistem dua arah (discovery terbimbing)
Ada yang menyebut discovery learning sebagai belajar inkuiri (inquiry learning), yaitu suatu kegiatan belajar yang mengemukakan aktivitas anak. Inkuiri menekankan kepada proses mencarinya, sedangkan discovery menekankan kepada penemuannya. Anak yang melakukan kegiatan pencarian, apalagi yang sistematis dan teratur, kemungkinan besar akan menemukan sesuatu, sedangkan penemuan pada hakikatnya adalah suatu hasil dari proses pencarian. Strategi jenis ini memadukan konsep psikologi naturalistik romantik dan kognitif-gestalt.
Dalam strategi ini, bentuk bahan ajar tidak dijadikan sebagai bahan jadi, tetapi dapat berupa bahan setengah jadi, bahkan bahan seperempat jadi. Bahan pembelajaran dinyatakan sebagai rangkaian pertanyaan terstruktur yang harus dijawab oleh anak. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, anak nantinya tidak saja mendapatkan pemahaman menyeluruh terhadap suatu obyek kajian, tetapi pemahamannya juga dikembangkan secara bertingkat, sampai kemudian, …aha, aku telah menemukan!
eberapa metode pembelajaran yang termasuk dalam strategi discovery di antaranya: pembelajaran yang menggunakan lingkungan, pengamatan, percobaan, dan pemecahan masalah.


Implementasi Inquiry-Discovery dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
Selanjutnya berikut ini adalah penjabaran mengenai implementasi dari model inquiry-discovery pada ranah PAUD. Telah disinggung di awal bahwa di antara metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses penerapan inquiry-discovery adalah pembelajaran yang menggunakan lingkungan, pengamatan, percobaan, dan pemecahan masalah.
Pembelajaran yang menggunakan lingkungan akan sangat berkaitan dengan pendidikan berwawasan lingkungan. Pendidikan ini bertujuan membentuk perilaku, nilai, dan kebiasaan untuk menghargai lingkungan. Pembelajarannya akan cenderung outdoor (di luar ruangan). Pada tataran praktis, anak dikenalkan sejak dini tentang lingkungannya, terutama konteks di mana anak berada. Anak juga diajak untuk merasakan langsung bahwa ia adalah bagian dari lingkungan. Di lingkungannya, anak dapat diarahkan untuk mengamati kemudian membedakan benda hidup dan benda mati.
Pembelajaran dengan lingkungan sebagai sumber belajar merupakan bentuk tantangan terhadap pola pembelajaran yang selama ini berkutat di dalam kelas (indoor). Di lingkungannya, anak dapat lebih bebas bersosialisasi dengan anak sebaya, orang dewasa, pun juga dengan binatang, tumbuhan, atau dengan makhluk hidup lainnya. Dengan pembelajaran ini anak dapat menemukan perbedaan antara dia dengan anak-anak lainnya, begitu juga dengan dunia sekitarnya. Dengan rasa ingin tahunya yang luar biasa, anak dapat diajak berpetualang untuk mendapatkan segala sesuatu yang baru. Anak sangat senang mencoba baik dengan cara memegang, memakan atau melempar benda-benda dan minat yang kuat untuk mengamati lingkungan.


Lingkungan sendiri sebagai sumber belajar dapat diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup—termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya, sehingga memungkinkan anak usia dini untuk belajar tentang informasi, orang, bahan, dan alat. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur makhluk hidup, benda mati, dan budaya manusia. Pada proses pembelajaran, misalnya, anak-anak dapat dirangsang untuk menjawab pertanyaan tentang berapa jumlah temannya yang laki-laki dan berapa yang perempuan. Di samping itu anak juga dapat diberi stimulus untuk membedakan ukuran bebatuan, jenis binatang ternak, dan lain-lain.


Pembelajaran yang menggunakan metode percobaan dapat dicontohkan proses penerapannya oleh anak-anak dengan berlatih mencampur warna (dengan bahan cat tembok sederhana). Dengan cara seperti itu, anak akan menemukan warna hijau ketika ia telah mencampur cat warna kuning dengan warna biru. Warna orange dapat diperoleh dengan mencampur cat merah dengan cat kuning. Eksperimen lain yang dapat ditempuh adalah percobaan untuk menemukan konsep panjang dan pendek (dengan dua/lebih potongan kayu), tinggi dan rendah (aliran air dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah), dan sebagainya.


Pembelajaran untuk pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pemberian masalah sederhana kepada anak. Misalnya, dengan permainan balok, anak diberi rangsangan untuk menyelesaikan bagaimana meletakkan balok segitiga, segiempat, segilima, atau lingkaran, ke tempatnya masing-masing. Selain itu, dengan pola pembelajaran kooperatif anak-anak akan terlihat bentuk kerjasamanya ketika mereka diberi seutas tali untuk memindahkan benda seberat sekian kilogram dari satu tempat ke tempat lain.


Dari contoh-contoh tersebut, pastinya masih terdapat beragam contoh lain dari implementasi inquiry-discovery dalam pembelajaran anak usia dini. Dengan menggunakan beraneka ragam pendekatan ataupun metode, guru diharapkan dapat memanfaatkan model inquiry-discovery sebagai sebuah alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat memperoleh pengalaman yang signifikan dari proses belajarnya. Agar penerapan model tersebut berjalan efektif dan efisien, guru hendaknya tetap memperhatikan langkah-langkah sebagaimana yang telah diuraikan di awal.

Sumber : sumberpaud.blogspot.com


Random Artikel :



 
Lokasi Kami :

Pusat : Jl. Lempongsari no 4B Sariharjo Ngaglik Sleman. Tlp 085100651603, 085101188797

Cabang :

Kampus 1 - Jl.Bibis Raya no 16 Kembaran Kasihan Bantul. Tlp 085100192642, 085101188797

Kampus 2 - Sentanan Bangunjiwo Banguntapan Kasihan Bantul ( Barat panti jompo Kasongan ), Tlp 085100643809, 085101188797

Kampus 3 - Jl. Raya Tajem(depan UNRIYO). Tlp. 0274 9152793, 085101188797

Kampus 4 - Jl. Wates Km. 4,5 Gamping Ambarketawang.

Kampus 5 - Jogonalan Kidul no.27 Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Tlp. 0274 9313746

Kampus 6 - Jl. M.T. Haryono No.52 Pugeran Tlp. 085225523180, 085101188797

Kampus 7 - Dusun Kembang, Mergosari Kulonprogo. Tlp. 085101188797

Kampus 8 - Tegalrejo Rt.7 Bangunjiwo Kasihan Bantul 085101188797

 


KALENDER HIJRIAH


24


Rabiul Awal 1439

AGENDA BULAN INI
Agenda Lainnya

GALLERY PHOTO
GALLERY PHOTO LAINNYA

VIDEO



VIDEO LAINNYA

LINK WEBSITE
  YUFID TV YOGYA
  RADIO MUSLIM
  PONPES TARUNA ALQURAN
  NURRAMADHAN TRAVEL
  Hamalatul Quran


  2012-2017. MUTIARA QURANI - Taman Kanak-kanak, Taman Bermain, Baby School & Child Care.
All Rights Reserved. Created by ayunaja